Senin, 08 April 2019

Tugas mata kuliah Tauhid


1.    



  Makalah Al-Khawarid dan Al-Murjiah
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Al-khawarij
1.      Khawarij dalam terminology ilmu kalam
Suatu sekte/kelompok/aliran pengikut Ali bin Abi Thalib RA yang keluar meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali bin Abi Thalib RA yang menerima arbitrase (tahkim, dalam perang Siffin pada tahun 37 H/ 648 M, dengan kelompok bughat(pemberontak) Muawiyah bin Abi Sofyan perihal persengketaan khilafah.
2.      Doktrin-doktrin Aliran Khawarij
                                                                    i.      Khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat Islam
                                                                  ii.      Khalifah tidak harus berasal dari keturunan arab. Dengan demikian setiap orang muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memenuhi syarat.
                                                                iii.      Khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat Islam. Ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh kalau melakukan kezaliman.
B. Pengertian Al-murji’ah
A.    Sejarah Kemunculan Aliran Al-Murjiah
Nama Murji’ah diambil dari Al-Irjo’ atau arja’a yang bermakna penundaan, penanggungan dan pengharapan. Dengan demikian, mereka berdiri di seberang yang berlawanan dengan Khawarij dan aqidah mereka kebalikan yang sempurna dari aqidah Khawarij, Mazhab mereka ini dapat diungkapkan dengan bahasa kekinian sebagai Mazhab Tasamu (toleransi), yakni toleransi agama antara kelompok orang mukmin dalam batas-batas Islam. Tidak ada saling mengkafirkan dan tidak ada pula saling mengutuk. kelahiran Firqah Murji’ah tidak begitu jelas,tetapi dapat dibatasi waktu munculnya yaitu pada dekade-dekade terakhir dari abad pertama. Firqah ini lahir ini sebagai efek antitesis atau reaksi terhadap kehiperbolisan khawarij dalam aqidah mereka dari segi pengafiran dan keberkerasan bahwa amal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari iman. Menurut Khawarij pelaku dosa besar bukanlah seorang mukmin. Orang-orang Murji’ah mengatakan pendapat yang sebaliknya, iman adalah ma’rifatullah (mengenal Allah) tunduk, dan cinta kepada-Nya dengan hati.
B.     Doktrin aliran Al-murji’ah
Ajaran pokok Murji’ah pada dasarnya bersumber dari gagasan atau doktrin irja atau arja’a yang diaplikasikan dalam banyak persoalan, baik persoalan politik maupun teologis. Di bidang politik, doktrin irja diimplementasikan dengan sikap politik netral atau nonblok, yang hampir selalu diekspresikan dengansikap diam. Adapun di bidang teologi, doktrin irja dikembangkan Murji’ah ketika menanggapi persoalan-persoalan teologis yang muncul saat itu. Pada perkembangan berikutnya, persoalan-persoalan yang ditanggapinya menjadi semakin kompleks sehingga mencakup iman, kufur, dosa besar dan ringan (mortal and venial sains), tauhid, tafsir Al-Qur’an, pengampunan atas dosa besar, kemaksuman nabi (the impeccability of the profhet), hukuman atas dosa (punishment of sins), ada yang kafir hakikat Al-Qur’an, nama dan sifat Allah, serta ketentuan Tuhan (predestination).
C.     Sekte-sekte Aliran Murjiah
Kemunculan sekte-sekte dalam kelompok Murji’ah tampaknya dipicu oleh perbedaan penadapat di kalangan para pendukung Murji’ah sendiri. Dalam hal ini, terdapat problem yang cukup mendasar ketika para pengamat mengklasifikasikan sekte-sekte Murji’ah.
                                                        i.            Golongan moderat
                                                      ii.            Golongan ekstrim

2.      Makalah Iman dan Kufur
BAB II
PEMBAHASAN
1. Sejarah perbedaan Iman dan Kufur
Masalah iman dan kufur pertam akali muncul pada pemerintahan Khalifah Ali Bin Abi Thalib yang ketika itu terjadi peperangan dengan Mu’awiyah Bin Abu Sofyan dari bani Umayyah lantaran tidak setuju terhadap pemerintahan Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Peperangan Siffin tersebut hampir dimenangkan pihak pasukan Ali Bin Abi Thalib, namunkarena kelicikan dari pihak Mu’awiyah Bin Abi Sofyan, mereka meminta untuk berdama isebagai dalih untuk menggulingkan pemerintahan Khalifah Ali Bin Abi Thalib. Khalifah Ali Bin Abi Thalib menerima ajakan damai tersebut karena desakan dari salah satu pasukan Ali Bin Abi Thalib, Perdamaian tersebut menghasilkan perjanjian yang justrumerugikan Kalifah Ali Bin Abi Thalib, yang menjadikan Mu’awiyah Bin Abu Sofyandengan sendirinya diangkat menjadi Khalifah tidak resmi.

2. Pengertian Iman dan Kufur

Pengertian Iman

Iman berasal dari bahasa Arab yang berarti membenarkan, dan dalambahasa Indonesia kata iman berarti percaya yaitu sebuah kepercayaan dalamhati dan membenarkan bahwa adanya Allah SWT. Itu benar-benar ada sertamembenarkan dan mengamalkan semua yang telah di ajarkan oleh NabiMuhammad SAW. Dan mempercayai keberadaan Nabi dan Rasul sebelumbeliau. Dalam Al-Qur’an iman itu selalu berkaitan dengan amal perbuatan baik berupapelaksanaan rukun-rukun Islam, akan menyebabkan manusia hidup berbahagia di dunia dan di akhirat.
Pengertian Kufur
Kufur secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti ingkar. Kufur adalah suatu keadaan yang berarti tidak beriman, maksudnya jika ditarikdengan arti iman di atas, dimana iman berarti percaya dan kebalikannya adalahkufur yang berarti tidak percaya kepada Allah SWT. Baik bagi seseorang yangbertuhan selain Allah SWT.
3. Pendapat iman dan kufur dari berbagai aliran ilmu kalam
Aliran Khawarij.
Iman menurut aliran Khawarij bukan merupakan pengakuan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, akan tetapi amalibadah dan kewajiban agama juga merupakan bagian dari keimanan.Menurut aliran Khawarij, orang yang tidak melakukan shalat, puasa, zakat, dan lain sebagainya yang diwajibkan oleh Islam,maka termasuk kafir. Jadi apabila seorang mukmin melakukan dosa besar maupun kecil, maka orang itu termasuk kafir danwajib diperangi serta boleh di bunuh. Harta bendanya boleh dirampas menjadi harta ghanimah. Dalam hal ini Khawarijmengatakan bahwa kufur adalah sikap seseorang yang ingkar dan tidak melaksanakan apa yang telah diwajibkan oleh al- Qur’an dan Khawarij juga menyebutsahabat Ali bin Abi Thalib, Muawiyah, dan semua orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim dengansebutan kafir. Hal ini dikarenakan, Khawarij memandang bahwa tidak ada hukum manusia, dan semuanya harusdikembalikan kepada al-Qur’an dan Hadits. Namun persoalan siapa yang masih Islam dan siapa yang kafir menimbulkanpendapat yang berbeda, sehingga kaum Khawarij terpecah belah ke dalam beberapa golongan atau sekte.Diantara pandangan dari beberapa sekte Khawarij adalah berikut ini:
a. Sekte Muhakkimah.
b. Sekte Azariqah
c. Sekte Najdah
Aliran Murji’ah
Aliran murji’ah berpendapat bahwa iman adalah ma’rifah kepada Allah dan kepada rasulnya. Selain ma’rifah, ketaatan dalammenjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, tidak termasuk iman. Aliran murji’ah memiliki prinsip bahwaperbuatan maksiat tidak akan membahayakan iman seseorang.Begitupun selanjutnya, aliran murji’ah mengatakan bahwa berbuat jahat tidak berpengaruh terhadap iman seseorang.Definisi iman ini tentu sangat berbeda dengan kaum Khawarij yang mengatakan bahwamelakukan amal perbuatan baikmerupakan bagian iman.Setiap orang yang melakukan dosa besar tidak serta merta mereka menjadi kafir, akan tetapi ia tetap menjadi seorangmuslim. Soal dosa besarnyaitunda dan diserahkan kepada keputusan tuhan. Jika si pelaku dosa besar memperolehampunan maka ia akanmasuk surga. Penjelasan dari aliran murji’ah persoalan pelaku doa besar ini dikemudian hari dianutoleh golongan ahlussunah wal jamaah.
Aliran Mu’tazilah.
Menurut aliran mu’tazilah, iman adalah pelaksanaan kewajiban-kewajiban kepada tuhan. Jadi, orang yang membenarkan(tashdiq) tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad rasulNya, tetapi tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban itu tidakdikatakan mukmin.Tegasnya iman adalah amal. Iman tidak berarti pasif, menerima apa yang dikatakan orang lain, iman mesti aktif karena akal mampu mengetahui kewajibankewajiban kepada tuhan. Kaum mu’tazilah berpendapat bahwa orang mukmin yangmengerjakan dosa besar dan mati sebelum taubat, tidak lagi mukmin dan tidak pula kafir, tetapi dihukumi sebagai orangfasiq.Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang iman dan kufur menurut aliran Khawarij, Murji'ah dan menurut aliranMu'tazilah. Dari beberapa aliran di atas dapat kita fahami bahwa pandangan aliran tersebut berbeda satu dengan yang laintentang iman dan kufur.

sucimutias

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar